Perbedaan Daya Tahan, Tekstur dan Rasa pada Santan Murni dan Instan

By Ubaidillah

Ketika membuat makanan bersantan, apakah kita suka memakai santan murni atau instan? Kedunya memiliki kegunaan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Santan murni atau santan alami memiliki aroma yang lebih wangi, berbeda dengan santan instan yang telah melewati berbagai proses pengolahan di pabrik.

  • Perbedaan Daya Tahan, Tekstur dan Rasa pada Santan Murni dan Instan

Jika dibandingkan dnegan santan murni, daya tahan santan instan lebih lama. Pasalnya santan instan umumnya diberi bahan pengawet buatan yaitu sirop jagung atau fruktosa. Jika Anda ingin memakai santan instan karena ingin lebih praktis, sebaiknya jangan terlalu sering dan tidak menggunakannya dalam jumlah berlebihan. Selain itu santan murni dan santan instan memiliki perbedaan pada telstur serta rasanya. Santan murni terbuat dari parutan kelapa asli, pada umumnya menggunakan kelapa tua dan berdaging tebal. Santan murni memiliki cita rasa yang paling baik dan dapat digunakan di semua masakan, tetapi jangka penyimpanannya singkat.

Sementara santan instan memiliki tekstur yang sangat kental daripada santan murni. Hal tersebut dikarenakan adanya penambahan sirop jagung, sehingga menghasilkan rasa manis sekaligus bisa mengawetkan umur santan. Sirup jagung juga berfungsi sebagai pengental konsistensi santan. Rasanya sedikit manis, membuatnya cocok untuk membuat makanan manis. Santan instan sebaiknya digunakan untuk bahan-bahan makanan atau minuman manis seperti kolak, bubr sumsum, kue, dan olahan manis lainnya. Contoh santan instan terbaik yang bisa Anda gunakan adalah Rose Brand Santan.

Sementara santan murni cocok digunakan untuk makanan gurih, asin dan pedas, diantaranya adalah sayur, opor, rending, soto, bubur ayam, gulai dan hidangan lainnya.

Cara Membuat Santan Sendiri

Jika Anda ingin membuat santan sendiri di rumah, caranya pun sebenarnya cukup mudah. Anda perlu menyiapkan beberapa bahan sederhana, yaitu parutan kelapa, baskom dan penyaring. Pilihlah kelapa yang usianya tua dan memiliki daging yang tebal dank eras. Kelapa terbaik untuk santan biasanya adalah kelapa yang sudah diambil oleh beruk atau monyet.

Anda bisa langsung memarut kelapa, dan memerasnya sehingga mendapatkan santan lalu gunakan untuk memasak. Sementara untuk ampasnya bisa diolah kembali menjadi makanan seperti serundeng, kue kelapa dan bumbu urap.